Judul : Sumbawa Pada masa Dulu
Penulis : Lalu Mantja
Penerbit : CV. Samratulangi, NTB
Terbit : Tahun 2011
Halaman : xxiii + 140 halaman
Akhir- akhir ini hangat diperbincangkan tentang sejarah
Sumbawa dimana kembali mencuat menjadi wacana utama masyrakat.
Arti penting
dari wacana mengenai Sumbawa Masa Dulu ialah, hasrat dan keinginan untuk
memberikan catatan sejarah yang objektif mengenai Sumbawa, ini mungkin karena
catatan ini memberikan gambaran tentang keadaan Sumbawa pada masa lalu, suatu
hal yang dikhawatirkan akan terlupakan oleh orang lain.
Karena itulah, penulis buku ini, Lalu Mantja berusaha
memberikan ilustrasi struktur dan sistem sosial masyarakat Sumbawa pada masa
lalu. Adanya penetrasi kebudayaan, baik berasal dari Jawa, Banjar dan
Bugis atau Makassar. Dimana kita semua
tahu bahwa kebudayaan itu dinamis sesuai dengan peradaban manusia, namun
demikian perkembangan dan modifikasi budaya haruslah tetap berpegang pada nilai
– nilai luhur yang ada.
Salah satu kegunaan sejarah atau nilai luhur adalah
sebagai bahan ajaran bagi generasi masa kini atau generasi sesudah peristiwa
sejarah itu.
Gagasan dalam buku ini menunjukkan bahwa adat Tana Samawa
yang bersendikan sara dan sara bersendikan kiatbullah, yang beradab, tata
krama, sopan santun, dan ramah tamah, hak serta kewajiban sesepuh adat dalam
mengayomi masyarakat, saat ini tampaknya telah luntur, disebabkan pengaruh arus
globalisasi dan penetrasi budaya dari luar.
Dari berbagai wacana yang ada di masyarakat, buku ini
mengarahkan dan menggali kesadaran masyarkat dalam upaya melestarikan berbagai
macam peninggalan baik sejarah budaya maupun sistemnya yang lebih kritis dari
buku – buku sejenis yang telah terbit sebelumnya.
Kelebihan akan segera nampak ketika membaca buku ini ialah saat penulis menuangkan segala bentuk
keadaan Sumbawa pada masa lampau tidak hanya dengan pendeskripsian dari setiap wacana,
namun juga menggunakan kiasan yang memikat dan mampu memunculkan setiap kata
menjadi terlihat nyata yang didukung pula dengan penggunaan istilah dan bahsa
daerah Samawa.
Kehadiran buku ini dalam edisi atau cetakan kedua sangat
layak diapresiasi, apalagi saat ini pengetahuan akan budaya local kurang
diminati.
Diharapkan kehadiran buku ini mampu memberikan sub-ultural
yang bervariasi dan memadai untuk menambah bacaan terhadap karya – karya sastra
yang hingga kini masih jarang bahkan enggan diketahui serta dilakukan dalam
masyarakat kita.
Tapi kok di Perpusda bukunya tidak ada?
BalasHapus