Senin, 31 Desember 2012

Resensi Buku : SEJARAH SUMBAWA PADA MASA LAMPAU SEBAGAI MEDIA TRANSFUSI AKAR BUDAYA MASA KINI

Judul                     :   Sumbawa Pada masa Dulu
Penulis                  :   Lalu Mantja
Penerbit                 :  CV. Samratulangi, NTB
Terbit                    :  Tahun 2011
Halaman                :  xxiii + 140 halaman


Akhir- akhir ini hangat diperbincangkan tentang sejarah Sumbawa dimana kembali mencuat menjadi wacana utama masyrakat. 

Arti penting dari wacana mengenai Sumbawa Masa Dulu ialah, hasrat dan keinginan untuk memberikan catatan sejarah yang objektif mengenai Sumbawa, ini mungkin karena catatan ini memberikan gambaran tentang keadaan Sumbawa pada masa lalu, suatu hal yang dikhawatirkan akan terlupakan oleh orang lain.


Karena itulah, penulis buku ini, Lalu Mantja berusaha memberikan ilustrasi struktur dan sistem sosial masyarakat Sumbawa pada masa lalu. Adanya penetrasi kebudayaan, baik berasal dari Jawa, Banjar dan Bugis  atau Makassar. Dimana kita semua tahu bahwa kebudayaan itu dinamis sesuai dengan peradaban manusia, namun demikian perkembangan dan modifikasi budaya haruslah tetap berpegang pada nilai – nilai luhur yang ada. 

Salah satu kegunaan sejarah atau nilai luhur adalah sebagai bahan ajaran bagi generasi masa kini atau generasi sesudah peristiwa sejarah itu.


Gagasan dalam buku ini menunjukkan bahwa adat Tana Samawa yang bersendikan sara dan sara bersendikan kiatbullah, yang beradab, tata krama, sopan santun, dan ramah tamah, hak serta kewajiban sesepuh adat dalam mengayomi masyarakat, saat ini tampaknya telah luntur, disebabkan pengaruh arus globalisasi dan penetrasi budaya dari luar.


Dari berbagai wacana yang ada di masyarakat, buku ini mengarahkan dan menggali kesadaran masyarkat dalam upaya melestarikan berbagai macam peninggalan baik sejarah budaya maupun sistemnya yang lebih kritis dari buku – buku sejenis yang telah terbit sebelumnya. 


Kelebihan akan segera nampak ketika membaca buku ini  ialah saat penulis menuangkan segala bentuk keadaan Sumbawa pada masa lampau tidak hanya dengan pendeskripsian dari setiap wacana, namun juga menggunakan kiasan yang memikat dan mampu memunculkan setiap kata menjadi terlihat nyata yang didukung pula dengan penggunaan istilah dan bahsa daerah Samawa.


Kehadiran buku ini dalam edisi atau cetakan kedua sangat layak diapresiasi, apalagi saat ini pengetahuan akan budaya local kurang diminati.


Diharapkan kehadiran buku ini mampu memberikan sub-ultural yang bervariasi dan memadai untuk menambah bacaan terhadap karya – karya sastra yang hingga kini masih jarang bahkan enggan diketahui serta dilakukan dalam masyarakat kita.